Selasa, 26 Juni 2012

Paket Internet Smartfren Connex



# Paket SuperPro | Rp 275.000 |Upto 14.7 Mbps | IP Public | fup 2Gb/Hari |
# Paket SuperAdvance | Rp 150.000 |Upto 3.1 Mbps | fup 1Gb/Hari |
# Paket SuperBasic  | Rp 90.000 |Upto 768 Kbps | fup 500Mb/Hari |
# kecepatan disesuaikan menjadi download s/d 153Kbps, Upload s/d 128 Kbps
Paket data Premium

# Harian Rp 5.000 (Unlimited)
   Format sms : Data spasi Unl1 kirim ke 123
   atau bisa menghubungi langsung dari model anda *123*3*2*1
# Mingguan Rp 30.000 (Unlimited)
   Format sms : Data spasi Unl7 kirim ke 123
   atau bisa menghubungi langsung dari model anda *123*3*2*7
# Bulanan Rp 90.000 (Unlimited)
   Format sms : Data spasi Unl30 kirim ke 123
   atau bisa menghubungi langsung dari model anda *123*3*2*30
Paket data Reguler

# Bulanan Rp 45.000 (Unlimited)
   Format sms : Data spasi R30 kirim ke 123
   atau bisa menghubungi langsung dari model anda *123*3*3*30*0

Setting Apn
APN : smartfren
User : smart
Password : smart
Number : #777

Check Pulsa : Ketik *999
Check Internet : Ketik *995



Minggu, 24 Juni 2012

CARA MEMPERCEPAT LODING MOZILA



Bagi kamu pengguna browser Mozilla Firefox, kini saya akan memeberikan bebrapa tips untuk mempercepat koneksi browser mozilla. Jika kamu melakukan browsing di warnet yang pasti koneksinya dibatasi oleh proxy tentu kamu akan merasakan browser kamu sedikit lambat. Sekarang mari kita hack browser Mozilla agar koneksinya berlipat.

1. Buka Mozilla.
2. Ketikan di addres bar "about:config" (tanpa tanda patik).
3. Scroll mouse anda kebawah dan cari "network.http.max-connections", double klik dan masukan nilai "64".
4. Cari "network.http.max-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "21".
5. Cari 'network.http.max-persistent-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "8".
6. Doube klik pada "network.http.pipelining " menjadi "true".
7. Cari "network.http.pipelining.maxrequests", double klik dan masukan nilai "100".
8. Double klik pada "network.http.proxy.pipelining" menjadi "true".
9. Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih :
New >> integrar >> lalu tulis "nglayout.initialpaint.delay" (tanpa tanda petik". Kemudian masukan nilai "0".

Close Mozilla kamu, kemudian buka lagi dan bandingkan kecepatan nya sebelum kamu melakukan setting tadi.


1. Ketikkan about:config (pada browser anda dan klik enter)
2. network.http.pipelining.maxrequests. Double-click > 8.
3. network.http.proxy.pipelining. doubleclick > true.
4. network.dns.disableIPv6 > true
5. New > Boolean > content.interrupt.parsing > true
6. New > Integer > content.max.tokenizing.time > 2250000
7. New > Integer > content.notify.interval > 750000
8. New > Boolean > content.notify.ontimer > true
9. New > Integer > content.notify.backoffcount > 5
10. New > Integer > content.switch.threshold > 750000
11. New > Integer > nglayout.initialpaint.delay > 0

RESUME SOSIOLOGI PERKOTAAN

           

 1.     PENGERTIAN KOTA.
 Berbicara tentang kota terutama dalam lingkup gerak dan dinamika perkembangannya dari masa ke masa,dapat dipastikan mempunyai ciri dan kekhasan tersendiri sehingga dalam memahaminya membutuhkan sebuah proses penjiwaan dan imajinasi history terhadap zamannya.
 Malville C. Branerch dalam buah penanya yang di terjemahkan oleh Wisono berjudul “ perencanaan kota komprehenship: pengantar dan penjelasan “ menjelaskan beberapa pandangan yang berbeda- beda tentang kota dari berbagai bidang.
 Pertama kalangan pakar geografi mengemukakan pendapatnya tentang kota adalah unsur-unsur fisik dan lingkungan sekitarnya antara lain situasi ,tapak ,kemiringan tanah,iklim,vegetasi dan jalan.
 Kedua, pakar ekonomi mengemukakan pendapatnya tentang kota adalah suatu tempat atau wilayah untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti pembuatan barang-barang untuk menghasilkan keuntungan dan penyediaan berbagai pelayanan,penanaman modal dan perpajakan.
 Ketiga, sosiologi melihat kota sebagai suatu wilayah dan di dalamnya terdapat penggolongan penduduk berdasarkan tingkat umur,jenis kelamin,status perkawinan,latar belakang etnis (kesukuan) dan kategori lainnya.
 Keempat, arsitek memandang kota dengan cara menaruh perhatian utama pada aspek-aspek aristektural seperti bangunan-bangunan tunggal ataupun kelompok bangunan, ruang-ruang terbuka di dalam dan sekitarnya serta berbagai peraturan yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
 Kelima,para seniman melihat kota sebagai suatu wilayah atau tempat untuk menimbulkan dorongan pribadi, pendidikan dan peluang yang berhubungan dengan potensi.

 Sosiologi perkotaan adalah studi sosiologi tentang kehidupan sosial dan interaksi manusia di wilayah metropolitan. Studi ini adalah disiplin sosiologi norma yang mempelajari struktur, proses, perubahan dan masalah di sebuah wilayah urban dan memberi masukan untuk perencanaan dan pembuatan kebijakan.
 Seperti bidang sosiologi yang lain, sosiolog perkotaan menggunakan analisis statistik, pengamatan, teori sosial, wawancara, dan metode lain untuk mempelajari berbagai topik, termasuk migrasi dan tren demografi, ekonomi, kemiskinan, hubungan ras, tren ekonomi, dan lainnya.

2.     TIMBULNYA KOTA-KOTA.
  Berdasarkan perjalanan sejarahnya, kota awalnya merupakan konsentrasi rumah tangga      yang terletak ditepi sungai yang diorganisasi mengelilingi penguasa.Kurang lebih 5500 tahun sebelum masehi telah mulai timbul desa-desa di Asia, antara lain yericho dan yarmo.
ü  Kota-kota di Mezopotamia.
 Kota-kota di Mezopotamia, merupakan kota benteng dan menjadi tempat pemasaran bagi produk pertanian dari daerah-daerah sekitarnya.Kota tua yang paling awal adalah BABYLON (semula bernama kota babel).
ü  Kota-kota dilembah sungai Nil.
 Kota tua dilembah sungai Nil adalah kota Mesir yang bernama kota Gize atau Giza.Kota-kota pada zaman kuno terdapat di Amerika tengah yaitu kota Maya.Sementara kota di wilayah Asia yang sampai sekarang terus aksis adalah kota Damaskus di Syiria.Bangsa yang membangun kota pada zaman kuno umumnya adalah bangsa yang telah mempunyai peradaban tinggi serta memiliki mata pencaharian pertanian dan perdagangan.
ü  Kota-kota di lembah Indus, Tiongkok dan Asia Tenggara.
  Kota-kota di lembah Indus adalah Harappa dan Mahenjodaro.Dimana kota harappa lebih di kenal dengan peradaban Harappa yakni sebuah kota pada zaman India kuno.Di kota ini terdapat patung-patung Dewa Dewi, diantaranya sebuah patung yang sangat mirip dengan Dewa Siwa.Jarak dari kota Harappa ke Mahenjodaro sekitar 400 mil dan antara kedua kota tersebut di temukan 70 kota, dimana terdapat bangunan gedung dari batu bata serta tulisan gambar (Piktografik) yang belum terbaca hingga sekarang. Di Cina kota terdiri dari kota luar (Cina) dan dalam (Tartar). Pertumbuhan kota berkembang pula di Asia Tenggara. Salah satu kota penting di kawasan ini adalah Malaka, dimana didalamnya terdapat Tumonguo (walikota), bendaharawan yang menerima cukai dari perdagangan.

3.     PERTUMBUHAN KOTA DALAM SEJARAH.
    Merujuk pada teori pertumbuhan secara umum maka berbicara tentang pertumbuhan kota harus memulai pembicaraan dari bentuk yang paling sederhana hingga kondisi sempurna.Karena itu harus di kaji dari tahap ke tahap sehingga perkembangannya menjadi jelas. Menurut Gist dan Halbert, sejarah kota dibagi atas tahap-tahap : (1) Kota zaman kuno, (2) Kota zaman menjelang dan selama abad pertengahan, (3) Kota-kota lama di timur tengah dan timur jauh, (4) Kota-kota di zaman modern.
  Untuk mengetahui pola perkembangan kota, maka ada tiga pola membangun kota dalam sejarah menurut Choay yakni :
§  Aliran Progresif.
  Pada aliran progresif, pembangunan kota memperhatikan sifat-sifat manusia dan kebutuhan-kebutuhan pokok manusia serta lingkungan. Dalam membangun lingkungan diperhatikan sifat-sifat manusia.
§  Aliran kebudayaan.
  Kota dengan pola aliran kebudayaan mengabaikan teknik dan industri, yang dipentingkan adalah kebudayaan.Inti kota dengan aliran ini adalah kegiatanbersama dalam kebudayaan seperti tempat-tempat umum dimana kebudayaan berkembang dan manusia saling berjumpa.
§  Aliran Alamiah.
  Kota dengan aliran ini teknik diusahakan tidak merusak alam dan kebudayaan. Alam menjadi pusat segalanya. Manusia harus tinggal di rumah yang di kelilingi pekarangan kota terdiri dari sel-sel yang dihubungkan oleh jalan-jalan.

4.     URBANISASI DAN TERBENTUKNYA KOTA DI INDONESIA.
  Urbanisasi dalam artian perkotaan adalah konsentrasi penduduk di suatu wilayah tertentu yang kemudian membentuk kota.
  Meskipun demikian, dalam sejarah urbanisasi besar-besaran baru terjadi setelah revolusi industri di Eropa pada abad XVIII dan dio sebabkan timbnulnya industri secara besar-besaran mengakibatkan tenaga kerja mengalir di desa – desa ke kota-kota pusat industri yang menyebabkan timbulnya kota – kota industri di Eropa.
  Kota-kota tersebut mendorong masyarakat yang aktif dalam perdagangan meninggalkan desanya lalu berdiam di kota.
  Pemusatan pasar memungkinkan tumbuhnya urbanisasi karena intensifnya kegiayatan ekonomi. Kota-kota yang tumbuh karena kegiayatan ini,adalah kota-kota di pesisir utara jawa.
  Pada akhir abad ke – 19 hampir semua kota-kota penting di jawa sudah terhubungkan jaringan lalu ;lintas kereta api, jalan raya pos. Jaringan kereta api ini mendorong urbanisasi.
  Penataan kawasan pemukiman kota pada masa kolonial menggunakan segregasi etnik. Tetapi tidak berlaku di kota jogjakarta, surakarta dan cirebon. Di makassar pada abad ke-20 perkembangan fisik kotanya di arahkan ke kawasan selatan dan timur memasuki wilayah gowa dan maros pada tahun 1971. Kawasan hunian kota makassar di kembangkan dengan pendekatan perencanaan formal rumah golangan elit dengan rumah tunggal berhalaman sempit dan rumah berpetak – petak dengan halam sangat sempit serta rumah susun untuk masyarakat.

5.     MASALAH PERKOTAAN.

Ø  TRANSPORTASI KOTA.
 Transportasi sangat di butuhkan oleh penduduk kota, untuk menjalankan aktifitas sosial, ekonomi,plitik dan budayanya.tanpa transportasi yang memadai dari segi jumlah dan jenisnya, aktifitas peduduk di perkotaan akan mengalami gangguan. Demikian halnya dengan pengaturan transportasi perkotaan banyak menimbulkan masalah.
  Faktor-faktor yang menjadi pemicu masalah transportasi ( kebisingan, polusi udara, kemacetan lalulintas, rusaknya moral bahkan konflik internal ).
  Pada abad ke-17 hingga abad ke-19, saat mobilitas warga kota dengan kegiatan ekonomi masih terbatas, maka jalanan poros, dan jalur-jalur di kota fungsinya masih sangat terbatas , yakni sebagai tempat pejalan kaki, penunggang kuda atau untuk memperlancar patroli keamanan dan pemungutan pajak serta lalu lintas barang-barang hasil pertanian di wilayah pedalaman.
  Tarif transportasi kota yang seringkali naik mengakibatkan mahasiswa melakukan kritik. Akibatnya adalah bentrok dengan aparat yang bertugas mengamankan kota.
  Marbun ( 1988 ), mengajukan rujukan bagi pemerintah dalam pengembangan strategi trnsportasi kota sebagai berikut :
Ø  Perencanaan dan pembuatan sarana jalan yang memadai utuk mendukung keperluan tranportasi, berupa pembuatan jalan sekian KM, pembuatan jembatan – jembatan , pembuatan jalan kereta api di bawah tanah , perluasan jalan dan penyediaan tempat parkir atau terminal, pembutan kanal dan terminal kendaraan air secukupnya.
Ø  Perencaan lokasi pembangunan tempat tinggal ( pemukiman ), tempat kerja dan tempat rekreasi sedemikian rupa hingga satu sama lain harmonis dan dapat di capai oelh warga kota dengan cepat dan ekonomis.
Ø  Perencanan dan penyediaan sarana pengangkutan umum yang memadai untuk mendukung gerak lurus ekonomi kota dalam arti  arus pengangkutan manusia dan arus pengangkutan barang berupa penyediaan bis dan angkutan umum lain seperti kereta api bawah tanah, truk, taxi, dan jenis angkutan kecil( oplet, becak, helicak).
Ø  Pengaturan pola lalulintas yang mantap sehingga memungkinkan kelancaran usaha di atas
Ø  Pengaturan pola pemilikan kendaraan pribadi dan kendaraan dinas sehingga tidak memberatkan atau mengganggu strategi dan usaha 1,2,3 di atas.
 Terhadap masalah transportasi kota para pakar mengajukan usulan pemecahan masalah, antara lain Marbun (1988) sebagai berikut :
·         Harus ada jaminan bahwa jalan-jalan di daerah yang padat atau sering mengalami kongesti digunakan secara rasional.
·         Perbaikan manajemen usaha angkutan umum, disertai koordinasi dan efesiensi yang optimal.
·         Menyesuaikan pola transportasi dengan bentuk kondisi kota, sehingga efesiensi dalam transportasi mencapai tingkat optimal.
·         Pola perparkiran sesuai dengan zaman.
·         Perencanaan jangka panjang.
·         Perencanaan jangka panjang pembuatan atau pengadaan.
  
6.     MASALAH KEBISINGAN DAN POLUSI DI PERKOTAAN.
  Kota yang pada umumnya berawal dari suatu pemukiman kecil, yang secara spasial mempunyai lokasi yang strategis bagi kegiatan perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, kota kemudian tidak hanya pada kegiatan perdagangan tetapi juga berkembang dalam jumlah penduduk dan menjadi pusat segala kegiatan.
  Melalui ensiklopedi nasional Indonesia dijelaskan bahwa kebisingan berasal dari kata bising berarti suara atau bunyi gaduh yang terdengung sehingga memekakan telinga. Sedangkan dalam kamus besar Indonesia dijelaskan bahwa bising berarti suasana ramai yang hiruk pikuk. Di perkotaan, kebisingan itu sangat erat kaitanya dengan transportasi.

7.     MASALAH PERKOTAAN DEWASA INI.
 
§  SAMPAH.
  Sampah merupakan sebuah masalah yang memerlukan perhatian masyarakat dan pemerintah karena menjadi sumber polusi yang mengancam lingkungan khususnya di perkotaan yang penduduknya padat, produksi sampah setiap saat bertambah, sementara penanganannya hanya dalam batas ditimbun, dibakar, belum seluruh kota di Indonesia sampai mendaur ulang.
ü  Jenis dan sumber sampah.
  Jika dilihat dari sumbernya yakni dari rumah tangga dan  industri, maka sampah terdiri atas sampah domestik dan sampah industri dimana keduanya menyebabkan terjadinya polusi.
ü  Penanggulangan sampah.
  Penanggulangan sampah diperkotaan dengan daur ulang yang menggunakan teknologi seperti diluar negeri belum dilakukan misalnya daur ulang tinja dan limbah (air domestik, daur ulang gas SO2) yang merupakan zat pencemar yang terbentuk dalam pembakaran BBM atau batu bara dalam pabrik dikumpulkan dan diolah menjadi asam sulfat.
ü  Tempat Hiburan Malam.
  Tempat hiburan malam merupakan satu fenomena kehidupan di perkotaan. Di satu sisi berperan di dalam meningkatkan pendapatan pemerintah kota karena pembayaran pajak tempat hiburan malam (THM) tersebut. Di sisi lain, membuka peluang mendapatkan pekerjaan bagi penyanyi , pemusik, dan pelayan. Tetapi di sisi lain yang paling banyak di jumpai adalah menimbulkan prostitusi dan peredaran narkoba.
ü  Pengangguran.
  Pengangguran berhubungan erat dengan kesempatan kerja. Di Indonesia dewasa ini, kesempatan kerja menjadi sesuatu kebutuhan yang mendesak bagi 36 juta pengangguran. Pengangguran yang dimaksud adalah pengangguran terbuka yang jumlahnya 5,1 juta orang, pencari kerja sejumlah 26 juta orang dan pengangguran terselubung (Depnaker dan penuturan manaker bomer pasaribu, dalam makalah Fitriani, FEIS, 2004). Kesempatan kerja harus tersedia bagi tenaga kerja  Indonesia baik untuk lulusan SLTA maupun lulusan pendidikan tinggi.
ü  Pemukiman kumuh.

·         Gambaran umum pemukiman Kumuh.
 Pemukiman kumuh biasanya terdapat pada lahan-lahan kosong perkotaan. Masalah yang di hadapi di daerah kumuh adalah masalah ekonomi dan sosial. Disamping itu, keacakan tata letak rumah mereka sebagaimana biasanya dijumpai, menggambarkan adanya masalah yang berkepanjangan, yang berkaitan dengan pola jalan kota masa mendatang, karena garis-garis batas letak tanah yang tidak beraturan menjadi tetap, dan batas-batas pemilikkan tersebut akhirnya dianggap sah.
·         Penanggulangan Daerah Pemukiman Kumuh.
 Pemukiman kumuh yang merupakan karakteristik umum perkotaan membawa dampak besar menyebabkan pemerintah kota tidak tinggal diam. Penduduk yang tinggal di daerah pemukiman kumuh sangat erat kaitannya dengan kemiskinan.Dimana hambatan yang paling berat dalam menanggulangi masalah kemiskinan yaitu adanya adanya sikap yang selalu terpukau pada masa pendek dari pada masa jangka panjang.

8.     DAERAH KUMUH DI MAKASSAR.

v  Latar Belakang Munculnya Daerah Kumuh Di perkotaan.
  Munculnya daerah kumuh di perkotaan di latar belakangi oleh banyak sebab.salah satu ahli menjelaskan sebagai berikut :
            Suparlan (1995 :91), menjelaskan.
·         Pertumbuhan penduduk yang pesat selama puluhan tahun terakhir.
·         Arus deras manusia mengalir ke kota-kota.
·         Negara berkembang tidak mampu memenuhi kebutuhan pertumbuhan kota dengan penyediaan tanah dan rumah yang diperlukan guna menampung kaum pendatang baru di kota-kota.
·         Kota merupakan daya tarik untuk mencari nafkah lebih baik bagi keluarga.
·         Harga rumah / sewa rumah yang mahal.
·         Perhatian pemerintah yang kurang terhadap perkampungan melarat dan penghuni gubuk-gubuk liar.
·         Kekurangan biaya dari pemerintah kota untuk mengambil tindakan-tindakan yang semestinya.
Ø  Karakteristik Daerah Kumuh Di kota Makassar.
   Menurut Hendro bahwa karakteristik daerah kumuh yang paling menonjol terlihat dari kualitas bangunan rumahnya yang tidak permanen, dengan kerapan bangunan yang tinggi dan tidak teratur, prasarana jalan yang terbatas kalaupun ada berupa gang-gang sempit yang berliku-liku, tidak adanya saluran drainase dan jorok. Tidak jarang pula pemukiman kumuh terdapat di daerah yang secara berkala mengalami banjir.
Ø  Pekerjaan Penduduk Daerah Kumuh Di Kota Makassar.
  Di kota makassar, jenis pekerjaan penduduk daerah kumuh sebagian besar terserap di sektor informal seperti pengendara becak, tukang kayu, pedagang kaki lima, pedagang makanan, buruh pelabuhan, penjaja makanan dan minuman, penjual daging serta sayuran.
Ø  Pola Pengembangan Kota Makassar.
 Kota makassar mempunyai pola perkembangan sebagai berikut : Pola menyebar yang di tandai oleh :
ü  Penataan keseimbangan yang serasi dengan kota-kota sehingga dapat mendukung penyebaran kegiatan ekonomi dalam dimensi ruang nasional atau sebagai pusat pengembangan nasional.
ü  Untuk meningkatkan kesejahteraan, diupayakan memenuhi kebutuhan dasar perkotaan masyarakat.
ü  Penataan secara intensif pada kawasan-kawasan yang cepat berkembang sehingga dapat dengan baik melayani pertumbuhan ekonomi dan pelayanan masyarakat dan wilayah sekitarnya.
ü  Untuk menghindari tekanan lingkungan dikawasan cepat berkembang diperlukan pembangunan wilayah yang sesuai konsep pengembangan yang berperan sebagai kota penyanggah agar arus migrasi dari kawasan sekitarnya tidak langsung ke kota utama.
ü  Mengarahkan pengembangan kawasan prioritas sesuai potensi dari perkembangan yang dicapai, serta prospek pengembangan yang pengamanannya dimasa yang akan datang, maka di kota makassar di tetapkan lima kawasan prioritas yaitu kawasan prioritas Wajo, kawasan prioritas Panakkukang, kawasan prioritas Ujungpandang, kawasan prioritas Tamalate, kawasan prioritas Biring kanaya.
  Penyebab terjadinya daerah kumuh di kota Makassar adalah : (1) Migrasi, (2) Kepadatan penduduk, (3) Penghasilan rendah, sehingga tidak sanggup membeli lokasi dan rumah yang layak, (4) Tanah perkotaan dan rumah mahal, (5) Munculnya pemukiman-pemukiman baru, (6) Perkampungan lama yang tidak mendapat perhatian dari pemerintah kota, (7) Pemerintah tidak tegas dalam menegakan peraturan pola peruntukkan lahan di perkotaan, (8) Tingginya KKN, (9) Fasilitas perkotaan yang tidak merata, (10) Swadaya masyarakat yang rendah, (11) Rendahnya kesadaran untuk hidup bersih, teratur dan sehat.
  Kenyataan empirik memperlihatkan daerah kumuh di Makassar menjadi :
-          Lokasi pemukiman
-          Lokasi tempat kerja
-          Tingkat kepadatan penduduk tinggi
-          Penghasilan rendah
-          Masyarakat marginal
-          Putus sekolah
-          Lokasi pengangguran
-          Kemiskinan
-          Fasilitas perkotaan, kotor, dan tidak teratur
-          Pencemaran lingkungan
-          Ketidakadilan
-          Pelanggaran peraturan tata kota
-          Perencanaan kota yang tidak konsisten
-          Pemerintah yang kurang peduli.
 Berdasarkan uraian tersebut maka dipahami beberapa kondisi mengenai pemukiman kumuh di kota Makassar sebagai berikut : (1) Daerah kumuh terbentuk karena kepadatan penduduk, kemiskinan dan ketidakadilan, peraturan yang tidak tegas dalam pengembangan pola Tata ruang perkotaan. (2) Daerah kumuh di perkotaan Makassar adalah daerah miskin yang dihuni penduduk berpenghasilan rendah, pengangguran, anak-anak putus sekolah, Wanita tanpa keterampilan. (3) Bentuk fisik daerah kumuh adalah kotor, fasilitas perkotaan yang minim, rumah yang tidak teratur, jalan-jalan kecil yang becek. (4) Daerah kumuh di perkotaan Makassar tersebar diseluruh penjuru kota, di wilayah pantai inti kota, di tengah kota, di tepi kota, dijalan-jalan  utama, di wilayah peruntukan pendidikan, ekonomi, industri, dan wilayah perkantoran. (5) Daerah kumuh di perkotaan Makassar, mengubah wajah kota menjadi kotor dan semrawut serta merusak pola ruang kota yang telah diatur peruntukan tanahnya. (6) Daerah kumuh dalam bentuk pemukiman penduduk dan tempat mencari nafkah.