v PERSPEKTIF SOSIOLOGI TENTANG EKONOMI.
ü Definisi sosiologi
ekonomi.
Sosiologi ekonomi di
definisikan sebagai studi tentang bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi
kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka,dengan menggunakan
pendekatan sosiologi.
Dari definisi di atas dapat diuraikan bahwa sosiologi ekonomi
berhubungan 2 hal :
1.
Fenomena ekonomi yaitu
gejala bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka
terhadap jasa dan barang langka.
2.
Pendekatan sosiologis yaitu
berupa kerangka acuan,variabel-veriabel,dan model-model yang di gunakan oleh
para sosiolog dalam memahami dan menjelaskan kenyataan sosial atau fenomena
yang terjadi dalam masyarakat.
ü Perbandingan antara
sosiologi ekonomi dan ekonomi.
Untuk memperbandingkan
antara sosiologi ekonomi dan ekonomi, smelser dan swedberg (1996), telah
mengajukan perbedaan titik tolak dalam cara memandang terhadap sesuatu: konsep
aktor,konsep tindakan ekonomi,hambatan pada tindakan ekonomi,hubungan ekonomi
dan masyarakat,tujuan analisis,dan penerapan metode.
Konsep aktor. Titik tolak
analisis ekonomi adalah individu.pendekatan ini berakar dari utilatarianisme
inggris dan ekonomi politik. Berbeda dengan titik tolak sosiologi adalah
kelompok, institusi, dan masyarakat. Dalam mendiskusikan individu,sosiologi
memfokuskan pada aktor sebagai entitas yang di konstruksi secara sosial.
Tindakan aktor dinyatakan sebagai tindakan soial sejauh tindakan tersebut
memperhatikan tngkah laku dari individu lain dan oleh karna itu di arahkan pada
tujuan tertentu.
Formulasi weber tersebut
menegaskan perbedaan antara ( mikro ) ekonomi dengan sosiologi ekonomi. Yang
pertama mengasumsikan bahwa aktor tidak di hubungkan dengan aktor lain,sedangkan
yang di sebut terakhir mengansumsikan bahwa aktor di hubungkan dengan dan di
pengaruhi oleh aktor lainnya.
Konsep tindakan ekonomi.
Dalam mikro ekonomi aktor diasumsikan mempunyai seperangkat pilihan dan
preferensi yang telah tersedia dan stabil. Tindakan aktor bertujuan untuk
memaksimalkan pemanfaatan (individu) dan keuntungan (perusahaan). Tindakan
tersebut dipandang rasional secara ekonomi. Sebaliknya sosiologi mencakup
beberapa kemungkinan tipe tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi dapat berupa
rasional, tradisional, dan spekulatif rasional. Sedangkan ekonomi tidak memberikan
tempat bagi yang oleh sosiologi namakan tindakan ekonomi tradisional.
ü Hubungan Ekonomi dan
Masyarakat.
Bagi ekonom fokus
perhatiannya adalah pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sedangkan
masyarakat dianggap sebagai “sesuatu yang di luar”, dia dipandang sebagai
sesuatu yang telah ada. Sebaliknya, sosiologi memandang ekonomi sebagai bagian
integral dari masyarakat. Dengan demikian sosiologi ekonomi selalu memusatkan
perhatian pada:
1.
Analisis sosiologis terhadap
proses ekonomi, misalnya proses pembentukan harga antara pelaku ekonomi.
2.
Analisis hubungan dan
interaksi antara ekonomi dan institusi lain dari masyarakat, contohnya hubungan
antara ekonomi dan agama.
3.
Studi tentang perubahan
institusi dan parameter budaya yang menjadi konteks bagi landasan ekonomi dari
masyarakat, misalnya semangat kewiraswastaan di kalangan santri.
Dalam economy and society,
seperti yang telah di bahas sebelumnya, Weber telah menetapkan garis pemisah
antara ekonomi dan sosiologi ekonomi dengan mengajukan tiga unsur:
1.
Tindakan ekonomi adalah
sosial
2.
Tindakan ekonomi selalu
melibatkan makna
3.
Tindakan ekonomi selalu
memperhatikan kekuasaan
Menurut Person dan Smelser
ekonomi merupakan salah satu dari beberapa subsistem masyarakat atau juga
sering disebut sistem sosial.
a.
Pola pemiliharaan laten dan
sistem manajemen (L). Setiap masyarakat mempunyai suatu sistem nilai dan
kepercayaan yang beroperasi sebagai rancangan yang legetimasi dan berkelanjutan
bagi institusi utama dan sebagai pola motivasional yang terstruktur bagi
anggota-angkotanya.
b.
Pencapaian tujuan (G).
Fungsi ini merujuk kepada cara dimana masyarakat menciptakan tujuan khusus yang
di legitimasi oleh nilai-nilai yang dominan dan menggerakan penduduk untuk
mencapai tujuan tersebut.
c.
Adaptasi (A). Tujuan-tujuan
yang melembaga dan sah misalnya, produktivitas ekonomi, peperangan tidak di
realisasikan secara otomatis, dan masyarakat harus mengeluarkan sejumlah energi
untuk mencapainya, cadangan dari sarana-sarana masyarakat.
d.
Integrasi (I). Agar tidak
terjadi ketegangan diantara individu-individu, kelompok-kelompok, atau
subsistem yang ada diperlukan integrasi sehingga terjadi keseimbangan dalam
sistem secara keseluruhan.
Konsekuensi logis dari
perkembangan ini adalah munculnya pembagian kerja baru antara sosiologi dan
ekonomi. Yang pada akhirnya memberi dampak terhadap perkembangan pemikiran yang
muncul pada saat ini dalam memahami hubungan antara ekonomi dan masyarakat.
Adapun aliran pemikiran tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Sosiologi pilihan rasional.
Aliran pemikiran ini
dimotori oleh ekonomi seperti Hirschman yang menulis tentang Exit, voice, And
loyality.
Ide dasar dari aliran ini
adalah memasukkan konsepsi pilihan rasional dan individualisme metodelogis ke
dalam sosiologi. Aliran ini memperoleh momentum ketika Gary Betcker
mempropagandakan The Economic Approach To Human Bhavior. Ada pun sosiolog yang
mengikuti aliran ini adalah James Coleman yang menulis tentang found dation of
social theory dan Michael Hechter tentang Principles of group solidarity.
2.
Sosio - Ekonomi.
Teoritis sosio ekonomi
memperingatkan bahwa pendekatan ekonomi neo klasik tidak cukup untuk memecahkan
masalah ekonomi. Oleh karena itu, perlu menggunakan perspektif yang lebih luas,
yang mencakup penggunaan sosiologi, psikologi, ilmu politik, dan ilmu sosial
lainnya.Aliran pemikiran ini digerakan oleh Amitai Etzioni dengan menulis the
moral dimension : Towards a New Economics dan bersama Lawrence menulis tentang
socio economics Toward a new systensis.
3.
PSA-Ekonomi.
Ide dasarnya adalah dengan
penggunaan penemuan-penemuan dari psikologi, sosiologi, dan antropologi secara
langsung ke dalam model-model ekonomi, maka banyak masalah-masalah yang selama
ini membingungkan para ekonom mungkin dapat dipecahkan.
4.
Biaya Transaksi Ekonomi.
Aliran pemikiran ini
muncul ketika Oliver Williamson mempublikasikan karya-karyanya terutama tentang
Market and Hierarchies. Ide dasarnya adalah bahwa masalah-masalah yang terjadi
pada titik simpul antara ekonomi, hukum, dan organisasi dapat di pecahkan,
dengan asumsi bahwa institusi-institusi tersebut cenderung kepada
kondisi-kondisi yang secara efisien mengurangi biaya efisien.
5.
Sosiologi Ekonomi Baru
Ide dasar aliran pemikiran
ini dapat dirujuk kepada tiga proposisi utama yang di ajukan oleh Swedberg dan
Granovetter, yaitu:
1)
Tindakan ekonomi adalah
suatu bentuk dari tindakan sosial.
2)
Tindakan ekonomi
disituasikan secara sosial.
3)
Institusi-institusi ekonomi
dikonstruksi secara sosial.
Ketiga proposisi tersebut
berakar dari pemikiran Weber yang dikembangkan secara lebih luas dan tajam oleh
Swedberg dan Granovetter.