Rabu, 17 Oktober 2012


v  PERSPEKTIF  SOSIOLOGI  TENTANG  EKONOMI.

ü  Definisi sosiologi ekonomi.
  Sosiologi ekonomi di definisikan sebagai studi tentang bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka,dengan menggunakan pendekatan sosiologi.
Dari definisi di atas dapat diuraikan bahwa sosiologi ekonomi berhubungan 2 hal :
1.      Fenomena ekonomi yaitu gejala bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka.
2.      Pendekatan sosiologis yaitu berupa kerangka acuan,variabel-veriabel,dan model-model yang di gunakan oleh para sosiolog dalam memahami dan menjelaskan kenyataan sosial atau fenomena yang terjadi dalam masyarakat.

ü  Perbandingan antara sosiologi ekonomi dan ekonomi.
  Untuk memperbandingkan antara sosiologi ekonomi dan ekonomi, smelser dan swedberg (1996), telah mengajukan perbedaan titik tolak dalam cara memandang terhadap sesuatu: konsep aktor,konsep tindakan ekonomi,hambatan pada tindakan ekonomi,hubungan ekonomi dan masyarakat,tujuan analisis,dan penerapan metode.
  Konsep aktor. Titik tolak analisis ekonomi adalah individu.pendekatan ini berakar dari utilatarianisme inggris dan ekonomi politik. Berbeda dengan titik tolak sosiologi adalah kelompok, institusi, dan masyarakat. Dalam mendiskusikan individu,sosiologi memfokuskan pada aktor sebagai entitas yang di konstruksi secara sosial. Tindakan aktor dinyatakan sebagai tindakan soial sejauh tindakan tersebut memperhatikan tngkah laku dari individu lain dan oleh karna itu di arahkan pada tujuan tertentu.
  Formulasi weber tersebut menegaskan perbedaan antara ( mikro ) ekonomi dengan sosiologi ekonomi. Yang pertama mengasumsikan bahwa aktor tidak di hubungkan dengan aktor lain,sedangkan yang di sebut terakhir mengansumsikan bahwa aktor di hubungkan dengan dan di pengaruhi oleh aktor lainnya.
  Konsep tindakan ekonomi. Dalam mikro ekonomi aktor diasumsikan mempunyai seperangkat pilihan dan preferensi yang telah tersedia dan stabil. Tindakan aktor bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan (individu) dan keuntungan (perusahaan). Tindakan tersebut dipandang rasional secara ekonomi. Sebaliknya sosiologi mencakup beberapa kemungkinan tipe tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi dapat berupa rasional, tradisional, dan spekulatif rasional. Sedangkan ekonomi tidak memberikan tempat bagi yang oleh sosiologi namakan tindakan ekonomi tradisional.

ü  Hubungan Ekonomi dan Masyarakat.
  Bagi ekonom fokus perhatiannya adalah pertukaran ekonomi, pasar, dan ekonomi. Sedangkan masyarakat dianggap sebagai “sesuatu yang di luar”, dia dipandang sebagai sesuatu yang telah ada. Sebaliknya, sosiologi memandang ekonomi sebagai bagian integral dari masyarakat. Dengan demikian sosiologi ekonomi selalu memusatkan perhatian pada:
1.      Analisis sosiologis terhadap proses ekonomi, misalnya proses pembentukan harga antara pelaku ekonomi.
2.      Analisis hubungan dan interaksi antara ekonomi dan institusi lain dari masyarakat, contohnya hubungan antara ekonomi dan agama.
3.      Studi tentang perubahan institusi dan parameter budaya yang menjadi konteks bagi landasan ekonomi dari masyarakat, misalnya semangat kewiraswastaan di kalangan santri.
  Dalam economy and society, seperti yang telah di bahas sebelumnya, Weber telah menetapkan garis pemisah antara ekonomi dan sosiologi ekonomi dengan mengajukan tiga unsur:
1.      Tindakan ekonomi adalah sosial
2.      Tindakan ekonomi selalu melibatkan makna
3.      Tindakan ekonomi selalu memperhatikan kekuasaan
  Menurut Person dan Smelser ekonomi merupakan salah satu dari beberapa subsistem masyarakat atau juga sering disebut sistem sosial.
a.       Pola pemiliharaan laten dan sistem manajemen (L). Setiap masyarakat mempunyai suatu sistem nilai dan kepercayaan yang beroperasi sebagai rancangan yang legetimasi dan berkelanjutan bagi institusi utama dan sebagai pola motivasional yang terstruktur bagi anggota-angkotanya.
b.      Pencapaian tujuan (G). Fungsi ini merujuk kepada cara dimana masyarakat menciptakan tujuan khusus yang di legitimasi oleh nilai-nilai yang dominan dan menggerakan penduduk untuk mencapai tujuan tersebut.
c.       Adaptasi (A). Tujuan-tujuan yang melembaga dan sah misalnya, produktivitas ekonomi, peperangan tidak di realisasikan secara otomatis, dan masyarakat harus mengeluarkan sejumlah energi untuk mencapainya, cadangan dari sarana-sarana masyarakat.
d.      Integrasi (I). Agar tidak terjadi ketegangan diantara individu-individu, kelompok-kelompok, atau subsistem yang ada diperlukan integrasi sehingga terjadi keseimbangan dalam sistem secara keseluruhan.
  Konsekuensi logis dari perkembangan ini adalah munculnya pembagian kerja baru antara sosiologi dan ekonomi. Yang pada akhirnya memberi dampak terhadap perkembangan pemikiran yang muncul pada saat ini dalam memahami hubungan antara ekonomi dan masyarakat. Adapun aliran pemikiran tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Sosiologi pilihan rasional.
  Aliran pemikiran ini dimotori oleh ekonomi seperti Hirschman yang menulis tentang Exit, voice, And loyality.
  Ide dasar dari aliran ini adalah memasukkan konsepsi pilihan rasional dan individualisme metodelogis ke dalam sosiologi. Aliran ini memperoleh momentum ketika Gary Betcker mempropagandakan The Economic Approach To Human Bhavior. Ada pun sosiolog yang mengikuti aliran ini adalah James Coleman yang menulis tentang found dation of social theory dan Michael Hechter tentang Principles of group solidarity.
2.      Sosio - Ekonomi.
  Teoritis sosio ekonomi memperingatkan bahwa pendekatan ekonomi neo klasik tidak cukup untuk memecahkan masalah ekonomi. Oleh karena itu, perlu menggunakan perspektif yang lebih luas, yang mencakup penggunaan sosiologi, psikologi, ilmu politik, dan ilmu sosial lainnya.Aliran pemikiran ini digerakan oleh Amitai Etzioni dengan menulis the moral dimension : Towards a New Economics dan bersama Lawrence menulis tentang socio economics Toward a new systensis.

3.      PSA-Ekonomi.
  Ide dasarnya adalah dengan penggunaan penemuan-penemuan dari psikologi, sosiologi, dan antropologi secara langsung ke dalam model-model ekonomi, maka banyak masalah-masalah yang selama ini membingungkan para ekonom mungkin dapat dipecahkan.
4.      Biaya Transaksi Ekonomi.
  Aliran pemikiran ini muncul ketika Oliver Williamson mempublikasikan karya-karyanya terutama tentang Market and Hierarchies. Ide dasarnya adalah bahwa masalah-masalah yang terjadi pada titik simpul antara ekonomi, hukum, dan organisasi dapat di pecahkan, dengan asumsi bahwa institusi-institusi tersebut cenderung kepada kondisi-kondisi yang secara efisien mengurangi biaya efisien.
5.      Sosiologi Ekonomi Baru
  Ide dasar aliran pemikiran ini dapat dirujuk kepada tiga proposisi utama yang di ajukan oleh Swedberg dan Granovetter, yaitu:
1)      Tindakan ekonomi adalah suatu bentuk dari tindakan sosial.
2)      Tindakan ekonomi disituasikan secara sosial.
3)      Institusi-institusi ekonomi dikonstruksi secara sosial.
  Ketiga proposisi tersebut berakar dari pemikiran Weber yang dikembangkan secara lebih luas dan tajam oleh Swedberg dan Granovetter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar