DAFTAR ISI
DAFTAR ISI............................................................................................................................
KATA PENGANTAR..............................................................................................................
MASALAH PEMERATAAN PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG.................................................................................................
B.
RUMUSAN MASALAH.............................................................................................
C.
TUJUAN PENULISAN...............................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
A. MASALAH-MASALAH
PENDIDIKAN.....................................................................
1. MASALAH PEMERATAAN PENDIDIKAN..............................................................
2. MASALAH MUTU PENDIDIKAN.............................................................................
3. MASALAH EFISIENSI PENDIDIKAN.......................................................................
4. MASALAH RELEVANSI PENDIDIKAN...................................................................
B.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA
MASALAH PENDIDIKAN............................................................................................................
BAB III
PENUTUP
A.
SIMPULAN.................................................................................................................
B.
SARAN.......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
berkat dan Rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki yangg masih kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki yangg masih kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Makassar 15
Oktober 2012
Penulis
MASALAH PEMERATAAN
PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai kajian di banyak negara menunjukkan kuatnya
hubungan antara pendidikan (sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia),
dengan tingkat perkembangan bangsa-bangsa tersebut yang ditunjukkan oleh
berbagai indikator ekonomi dan sosial budaya. Pendidikan yang mampu memfasilitasi perubahan adalah
pendidikan yang merata, bermutu, dan relevan serta signifikan dengan kebutuhan
masyarakat. Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia,
negara maupun pemerintah pada era reformasi ini. Problematika pendidikan
merupakan sesuatu yang kompleks. Persoalan pendidikan selalu saja ada selama
peradaban dan kehidupan manusia sendiri itu ada. Pembaharuan pendidikan tidak
akan pernah dapat diakhiri. Apalagi dalam abad informasi seperti saat ini,
tingkat obsolescence dan program pendidikan menjadi sangat tinggi. Hal
ini dapat terjadi karena perkembangan teknologi yang digunakan masyarakat dalam
sistem produksi barang dan jasa yang begitu cepat.
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.
Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tantangan zaman yang
sering tidak dapat diramalkan, oleh karena itu pendidikan selalu dihadapkan
pada masalah-masalah baru. Masalah yang dihadapi dunia pendidikan itu demikian
luas. Oleh sebab itu, perlu ada rumusan-rumusan terhadap masalah pendidikan
yang dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam mengembangkan tugasnya.
B. Rumusan
Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam
makalah ini antara lain:
1.
Bagaimana pemerataan pendidikan.?
2.
Bagaimana masalah mutu, relevansi, dan efisiensi pendidikan?
3.
Bagaimana mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya Masalah Pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui pemerataan pendidikan
2.
Untuk mengetahui mutu, relevansi, dan
efisiensi pendidikan..
3.
Untuk mengetahui Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya Masalah Pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masalah-masalah Pendidikan
1.
Masalah
Pemerataan Pendidikan
Dalam melakasanakan fungsinya
sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional, pendidikan
nasional diharapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi
seluruh warga negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Masalah pemerataan
pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan
kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh
pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya
manusia untuk menunjang pembangunan. Masalah pemerataan pendidikan timbul
apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat
ditampung di dalam sistem pendidikan atau lembaga pendidikan karena minimnya
fasilitas yang tersedia.
2. Masalah Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan
dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf seperti yang
diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga
penghasil produsen tenaga terhadap calon luaran, dengan sistem sertifikasi.
Selanjutnya, jika output tersebut ”terjun” ke lapangan kerja, penilaian
dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan sistem tes unjuk
kerja. Umumnya, dilakukan diklat (pendidikan dan latihan) atau pemagangan bagi
calon untuk penyesuaian dengan tuntutan persyaratan kerja di lapangan. Dengan
kata lain mutu pendidikan dilihat dari kualitas keluarannya.
Kuantitas yang baik belum tentu memiliki kualitas yang baik,
sebaliknya kualitas yang baik tentu memiliki kuantitas yang baik pula. Kualitas
sangat sulit untuk di ukur, tetapi dampak dari kualitas itu sendiri dapat
dirasakan.
Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan manusia yang bermutu
pula. Hal ini tentu saja dapat tercapai jika setiap individu memiliki
kriteria-kriteria yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia
seperti yang ada dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.
3.
Masalah Efisiensi Pendidikan
Masalah efisiensi pendidikan
mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan mendayagunakan sumber daya yang
ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat
sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika terjadi sebaliknya, maka
efisiensinya dikatakan rendah.
Masalah penempatan guru, khususnya guru penempatan bidang studi, sering
mengalami ketimpangan, tidak disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan di
lapangan. Suatu sekolah menerima guru baru dalam bidang studi yang sudah cukup
bahkan kelebihan, sedang guru bidang studi yang dibutuhkan tidak diberikan
karena terbatasnya jatah pengangkatan sehingga pada sekolah-sekolah tertentu
seorang guru bidang studi harus merangkap mengajarkan bidang studi di luar
kewenangannya, misalnya guru matematika mengajar komputer dan lain sebagainya.
Masalah pengembangan tenaga kependidikan di lapangan biasanya
terlambat, khususnya pada saat menyongsong hadirnya kurikulum baru. Setiap
kurikulum menuntut adanya penyesuaian dari para pelaksana dilapangan (yang
berupa penyuluhan, latihan, loka karya, penyebaran buku panduan) sangat lambat.
4.
Masalah Relevansi Pendidikan
Tugas pendidikan adalah
menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan.
Masalah relevansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat
menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Luaran
pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sektor pembangunan yang beraneka
ragam. Jika sistem pendidikan menghasilkan luaran yang dapat mengisi semua
sektor pembangunan baik yang aktual (yang tersedia) maupun yang potensial
dengan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh lapangan kerja, maka
relevansi dianggap tinggi.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berkembangnya
Masalah Pendidikan
Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan, yaitu:
ü Perkembangan
iptek dan seni.
Terdapat hubungan yang erat antara pendidikan dengan iptek. Ilmu pengetahuan
merupakan hasil eksplorasi secara sistem dan terorganisasi mengenai alam
semesta, dan teknologi adalah penerapan yang direncanakan dari ilmu pengetahuan
untuk memenuhi kebutuhan
hidup masyarakat. Sebagai contoh betapa eratnya hubungan antara pendidikan
dengan iptek itu, misalnya sering suatu teknologi baru yang digunakan dalam
suatu proses produksi menimbulkan kondisi ekonomi sosial baru lantaran
perubahan pernyataan kerja, dan mungkin juga penguraian jumlah tenaga kerja
atau kerja, kebutuhan bahan-bahan baru, sistem pelayanan baru, sampai kepada
berkembangnya gaya hidup baru, kondisi tersebut minimal dapat mempengaruhi perubahan
isi pendidikan dan metodenya, bahkan mungkin rumusan baru tunjangan pendidikan
seperti sarana laboratorium dan ketenangan. Begitu juga dengan perkembangan
seni, Perkembangan kualitas seni secara terprogram menuntut tersedianya sarana
pendidikan tersendiri di samping program-program lain dalam sistem pendidikan,
disinilah timbul masalah pendidikan kesenian yang mempunyai fungsi begitu
penting tetapi disekolah-sekolah saat ini menduduki kelas dua. Pendidikan
kesenian baru terlayani setelah program studi yang lain terpenuhi pelayanannya.
ü Laju
pertumbuhan penduduk.
Dengan
bertambah jumlah penduduk, maka penyediaan prasarana dan sarana pendidikan
beserta komponen penunjang terselenggaranya pendidikan harus ditambah. Dan ini
berarti beban pembangunan nasional menjadi bertambah. Pertambahan penduduk yang
diiringi dengan meningkatnya usia rata dengan meningkatnya usia rata-rata dan
penurunan angka kematian, mengakibatkan berubahnya struktur kependudukan, yaitu
proporsi usia sekolah dasar menurun, sedangkan proporsi usia sekolah lanjutan,
angkatan kerja, dan penduduk usia tua meningkat berkat kemajuan bidang gizi dan
kesehatan. Dengan demikian terjadi pergeseran pemintaan akan fasilitas
pendidikan, yaitu untuk sekolah lanjutan cenderung lebih meningkat dibanding
dengan permintaan akan fasilitas sekolah dasar.
ü Aspirasi
Masyarakat.
Aspirasi masyarakat dalam banyak hal meningkat, khususnya aspirasi
terhadap pendidikan, hidup yang sehat, aspirasi terhadap pekerjaan. Kesemua ini
mempengaruhi peningkatan aspirasi terhadap pendidikan. Sebagai akibat dari
meningkatnya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan maka orang tua mendorong
anaknya untuk bersekolah, agar nantinya anak-anaknya memperoleh pekerjaan yang
lebih baik dari orang tuanya sendiri. Akibatnya, pada sisi lain dalam hal
aspirasi membanjirnya pelamar-pelamar pada sekolahan. Arus pelajar meningkat
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil
pemaparan dari makalah ”di atas” dapat disimpulkan bahwa misi pendidikan ialah
menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan, karena itu pendidikan selalu
menghadapi masalah. Penyebabnya adalah pembangunan sendiri selalu mengikuti
perkembangan zaman yang selalu berubah. Pertama karena sifat sasarannya adalah
manusia yang merupakan makhluk yang kompleks. Kedua, karena pendidikan harus
mengantisipasi hari depan dan banyak mengundang pertanyaan. Oleh karena itu
agar masalah-masalah pendidikan dapat dipecahkan, maka diperlukan rumusan
tentang masalah-masalah pendidikan yang bersifat pokok yang dapat dijadikan
acuan bagi pemecahan-pemecahan masalah praktis yang timbul dalam praktek pendidikan
di lapangan.
B. Saran
Dengan dikemukakan
masalah-masalah pokok pendidikan, disarankan para pembaca turut mengupayakan
alternatif untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah pendidikan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Depdiknas. 2008. Pelangi Pendidikan; Deklarasi Penuntasan Wajib
Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Pada Akhir Tahun 2008.
Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2008. Pelangi Pendidikan; Forum Tenaga Kependidikan
Edisi 6/ Volume 3. Jakarta: Depdiknas.
http://marco-lefudin.blogspot.com/2011/11/masalah-pemerataan-pendidikan.html